Evaluasi Pendidikan: Kajian Linguistik Sistematik Fungsional

 

Rp.150.000 Rp. 100.000
Penulis: Andi Sahtiani Jahrir
Editor: Arianti Talib
ISBN: On Proses
Publisher: CV Amanda Insan Ilmiah

Tahun Terbit: Juni, 2026




Bagaimana kita bisa menilai apakah sebuah proses pendidikan benar-benar berhasil? Selama ini, evaluasi pendidikan seringkali hanya berfokus pada angka, tes, dan capaian kuantitatif. Padahal, di balik setiap interaksi belajar-mengajar, kurikulum, dan bahan ajar, terdapat bahasa yang membentuk realitas pendidikan itu sendiri. Buku Evaluasi Pendidikan: Kajian Linguistik Sistematik Fungsional menawarkan pendekatan revolusioner untuk mengevaluasi pendidikan dengan menggunakan pisau analisis yang tajam: Linguistik Sistematik Fungsional (LSF) yang dikembangkan oleh M.A.K. Halliday.

Buku ini menunjukkan bahwa bahasa bukan sekadar alat komunikasi, melainkan sistem pilihan makna yang secara aktif membangun pengalaman, relasi sosial, dan teks. Dalam konteks pendidikan, LSF memungkinkan kita untuk menilai secara mendalam: Apakah buku teks benar-benar mendukung pemahaman siswa? Bagaimana guru menggunakan bahasa untuk menciptakan otoritas atau dialog? Mengapa beberapa jenis soal lebih adil secara linguistik dibanding yang lain?

Setiap bab dilengkapi dengan studi kasus, serta contoh analisis nyata yang dilakukan di sekolah-sekolah Indonesia. Buku ini juga membahas bagaimana evaluasi berbasis LSF dapat mengungkap muatan ideologis tersembunyi (misalnya gender, kelas sosial, atau kuasa) dalam materi ajar, serta memberikan rekomendasi perbaikan yang konkret.

Bagi para pendidik, dosen, peneliti pendidikan, pengembang kurikulum, dan mahasiswa pascasarjana di bidang linguistik terapan atau pendidikan, buku ini adalah terobosan yang menjembatani teori linguistik modern dengan praktik evaluasi yang humanis dan kontekstual. Dengan menguasai pendekatan LSF, evaluasi pendidikan tidak lagi sekadar mengukur "apa yang diketahui siswa", tetapi juga "bagaimana pengetahuan itu dikonstruksi melalui bahasa"—dan apakah konstruksi itu adil, bermakna, dan memberdayakan.


Posting Komentar